Beranda Pemerintahan DINKES Pemkab Labuhanbatu Bentuk Klinik IMS Untuk Penanggulangan Penderita HIV Aids
Pemkab Labuhanbatu Bentuk Klinik IMS Untuk Penanggulangan Penderita HIV Aids PDF  Array Cetak Array
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Ditulis oleh Kabag Humas   
Rabu, 19 Desember 2012 20:48

Teks foto : Bupati dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD dan Kepala Dinas Kesehatan dr H Alwi Mujahit Hasibuan MKes ketika melakukan talk show di Radio RSPD 96,5 FM Rantauprapat.

TALK SHOWRANTAUPRAPAT, ML : Pemkab Labuhanbatu telah membentuk klinik IMS (infeksi menular seksual) di tiga Puskesmas, masing-masing Puskesmas Kota Rantauprapat, Lingga Tiga dan Puskesmas Negeri Lama serta membentuk klinik Voluntary Counseling Test (VCT), yakni proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat confidential dan secara lebih dini membantu orang mengetahui status HIV.

Konseling pra testing memberikan pengetahuan tentang HIV dan manfaat testing, pengambilan keputusan untuk testing, dan perencanaan atas issue HIV yang akan dihadapi. Konseling post testing membantu seseorang untuk mengerti & menerima status (HIV+) dan merujuk pada layanan dukungan.

Hal itu dikatakan Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar SpPD ketika melakukan talk show di radio lembaga penyiaran publik lokal, radio siaran publik daerah (LPPL RSPD) 96,5 FM Rantauprapat, Selasa (18/12-12) sore.

Tigor mengatakan, penyebaran HIV hanya bisa dideteksi melalui tes darah, HIV ( Human Immunodefisiency Virus ) merupakan virus yang menyerang  sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi sangat rentan terhadap masuknya kuman-kuman penyakit lain. AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya system kekebalan tubuh. Penularan HIV dari seseorang yang menderita HIV kepada orang lain adalah melalui cairan tubuh yaitu melalui darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu yang menderita HIV, sementara berjabatan tangan dan tetesan keringat tidak dapat menular.

Untuk mengantisipasi ini, kata Tigor, Pemkab Labuhanbatu telah melakukan upaya dan langkah-langkah yang bekerjasama dengan KPA memberikan sosialisasi kepada mereka-mereka yang rentan terhadap penularan HIV ini, seperti PSK.

Acara talk show yang dipandu Ajan Ritongan itu juga menampilkan narasumber Kadis Kesehatan dr H Alwi Mujahid Hasibuan MKes yang menjelaskan, bahwa penderita HIV di Labuhanbatu mencapai 60 orang. Namun, katanya, fenomena ini ibarat gunung es yang terdata hanya 60 orang tetapi kenyataannya bisa dua kali dari data yang ada.

Alwi mengatakan, saat ini Indonesia sedang dilanda Epidemi HIV/ AIDS, akibatnya adalah terjadinya peningkatan pasien dengan berbagai macam gejala penyakit karena berkurangnya zat kekebalan tubuh (anti body). Berkurangnya antibody tersebut karena dirusak oleh virus HIV.

Oleh Karena itu, upaya pencarian kasus HIV/ AIDS melalui pemeriksaan darah harus dilakukan secara gencar di setiap daerah. Sehingga langkah preventif pada ODHA untuk memperbaiki kualitas hidup dapat diantisipasi jauh lebih baik bila ditemukan sejak dini.

Acara yang berlangsung selama satu jam penuh itu dimulai dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 17.00 Wib, juga dihadiri oleh Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Saiful SP dan Kabag Humas Infokom Abdurrahman Hasibuan.(AR).

 

PENGUMUMAN HASIL KUALIFIKASI

PEMANFAATAN BARANG

MILIK DAERAH EKS.PASAR BARU

KLIK DISINI

Pengumuman CPNS Katagori 2 Kab.Labuhanbatu

sumber: cpns.menpan.go.id, cpns.liputan6.com, sscn.bkn.go.id

di sini...


LabuhanbatuKab.go.id
Kab. Labuhanbatu