04
Dec

IMALARAM Gelar Gebyar Budaya Labuhanbatu Di Kota Malang

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Teks Foto : Pengurus IMALARAM Labuhanbatu Raya saat diabadikan dengan para peserta Pawai Kebudayaan di depan Universitas Brawijaya Malang. 

pawai kebudayaan di depan universitas brawijaya Photo By Nur Ali MustofaRANTAUPRAPAT, ML : IMALARAM ( Ikatan Mahasiswa Labuhanbatu Raya Malang) yang dibentuk pada tanggal 05 Oktober tahun 2014 di bumi perkemahan Bedengan kota Malang adalah merupakan sebuah ikatan mahasiswa yang didirikan oleh para Mahasiswa yang berasal dari tiga kabupaten di provinsi Sumatera Utara yaitu kabupaten Labuhanbatu , kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan di Kota Malang atau lebih dikenal dengan sebutan Kota Apel.

IMALARAM dibentuk bertujuan untuk menjadi wadah bertukar informasi pendidikan, budaya serta ruang komunikasi bagi Mahasiswa Labuhanbatu Raya yang sedang atau pernah menempuh pendidikan di kota Malang, dengan harapan dapat mempersatukan mahasiswa Labuhanbatu Raya di Kota Malang, serta bersama-sama membangun dan memajukan Labuhanbatu Raya. Selain itu, tujuan lain IMALARAM juga untuk memperkenalkan Labuhanbatu Raya di Malang Raya.

Untuk mencapai tujuan-tujuannya, IMALARAM telah mengadakan kegiatan-kegiatan seperti worksop, diskusi, bakti sosial, pengabdian masyarakat, donor darah, peringatan hari-hari besar, serta acara kebudayaan yang diikuti oleh Forum Daerah dari sabang sampai merauke pada akhir November 2015

Adapun Kepengurusan IMALARAM sebagai ketua umum Ahmad Ridho Hasibuan ( Universitas Negeri Malang), Sekretaris umum Eni Erlina Ritonga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan bendahara Tuti Awaliyah Panjaitan ( Unbra) dan dibantu devisi-devisi lainnya.

pawai kebudayaan di bundaran universitas BrawijayaPhoto By Nur Ali MustofaSenang dan bangga karena IMALARAM baru pertama kalinya mengikuti acara kampung budaya, tetapi sudah bisa tampil maksimal dalam memperkenalkan kebudayaan, sejarah, icon dan potensi kabupaten Labuhanbatu Raya diantara kebudayaan daerah lainnya, demikian disampaikan oleh Ketua IMALARAM Ahmad Ridho Hasibuan pada acara pembukaan Kampung Budaya ke 3 beberapa waktu yang lalu di Samanta Krida Universitas Brawijaya Malang

Lebih lanjut Ridho mengatakan bahwa pada hari pertama saat pawai kebudayaan IMALARAM memperkenalkan udang galah, ikan baung, ikan terubuk, Ikan Teri dan Ikan Berbutu sebagai hasil tangkapan khas daerah Labuhanbatu Raya serta memperkenalkan kelapa sawit, pohon karet, dan buah kelapa sebagai penghasilan utama daerah. Pada hari kedua IMALARAM menjelaskan dengan rinci sejarah/peninggalan sejarah, icon dan potensi kabupaten Labuhanbatu Raya pada sebuah Mading 3 Dimensi, selain itu juga IMALARAM membuat rumah adat IKA dari bahan daur ulang.

Chasley Jorell selaku Ketua Pelaksana Kampung Budaya ke-3 dalam laporannya mengatakan kampung budaya ketiga diikuti sebanyak 42 Forum Mahasiswa Daerah mulai Sabang sampai Merauke, jumlah ini terbanyak selama diadakannya kampung budaya. Tujuan dari acara ini sendiri yang pertama yaitu, untuk mempererat forum-forum daerah di kota Malang, Acara ini pun juga sebagai sarana edukasi untuk memperkenalkan masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya sendiri terhadap kebudayaan Indonesia yang begitu beragam.

Brawijaya Cultural Expo Photo By Nur Ali Mustofa Pada tanggal 26 November kita telah melaksanakan Pawai Kebudayaan mengeliling kota Malang, Pawai Kebudayaan ini adalah sebagai rangkaian dalam acara Kampung Budaya Ketiga, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda, Olahraga dan Budaya Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya.

       Kegiatan yang ditampilkan seperti Tepak Sirih : pertama Tepak Sirih, menunjukkan Daerah Kabupaten Labuhanbatu memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang tinggi, kedua Rumah Adat IKA : sebagai rumah adat labuhanbatu raya; ketiga Tari Cikala Pong Pong : sebagai tarian khas Labuhanbatu raya; keempat Anyang Ayam : Salah satu makanan khas masyaralat Labuhanbatu Raya, yang biasanya disajikan dalam acara-acara masyarakat baik acara besar maupun acara biasa; kelima Upah-upah : sebuah tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat labuhanbatu dengan tujuan pemanjatan do’a untuk mencapai harapan-harapan yang diinginkan. Contohnya tradisi upah-upah ini dilakukan ketika acara khitanan, pernikahan, selamatan, upah-upah orang haji, upah-upah untuk kesembuhan orang yang sedang sakit, acara selamatan atas prestasi.